Apa itu Enterprise?
Enterprise adalah sekelompok orang yang memiliki tujuan secara umum
sama. Mereka memiliki sumber daya untuk mencapai tujuan. Enterprise
berperan sebagai satu entitas. Pandagan tentang organisasi atau
perusahaan ini sangat berbeda dengan pandangan tradisional yang
berpendapat bahwa organisasi dibagi menjadi beberapa bagian berdasarkan
fungsi yang mereka lakukan, sehingga suatu organisasi memiliki bagian
marketing, produksi, keuangan, dan SDM yang satu sama lain terisolasi.
Apa itu Sistem Enterprise?
Enterprise adlah sebuah sistem dari manusia, peralatan, material, data, kebijakan dan prosedur yang muncul untuk menyediakan sebuah produk atau pelayanan, dengan tujuan mendapatkan keuntungan. Sistem enterprise mendukung struktur organisasi yang sebelumnya tidak mungkin untuk menciptakan budaya organisasi yang lebih disiplin.
Contoh Perusahaan yang menggunakan aplikasi sistem Enterprise?
PT. SEMEN GRESIK
Proses Implemetasi ERP
Berikut ini adalah tugas Tim Proyek Sistem Informasi Grup Semen Gresik :
- Mendefinisikan rencana proyek yang realistis dan melaksanakan perubahan proses bisnis sesuai tujuan perusahaan.
- Melaksanakan tahap-tahap pengembangan dan penerapan sistem dengan sebaik-baiknya, sesuai dengan target waktu yang ditentukan.
- Mengusulkan penunjukan konsultan dan penetapan platform Sistem Informasi Perusahaan.
- Menyusun rencana anggaran dan melaporkan realisasi biaya proyek.
- Melaksanakan pengadaan barang dan jasa dalam batas-batas tertentu yang ditetapkan oleh direksi.
- Membuat laporan manajemen secara berkala dan menyusun dokumentasi proyek.
Setelah melalui proses cukup panjang — memakan waktu hampir 1,5 tahun
— Semen Gresik akhirnya memutuskan memakai solusi ERP JD Edwards.
Alasannya, solusi ini merupakan solusi Best Practice, serta cukup
fleksibel dan mudah diimplementasikan. Bahkan, beberapa pemain semen
terbesar di dunia menggunakan solusi ini, seperti Lafarge, Cemplank,
Argos, Cockburn Cement, Cruz Azul, Calme Cementi, Ferrobeton.
Sebelum diimplementasi, Tim Proyek meneliti lebih jauh calon user
(stakeholder analysis) selama hampir empat bulan. Salah satu tujuannya:
mengetahui sejauh mana tanggapan dan apresiasi mereka terhadap sistem
baru yang akan segera diimplementasi. Hasilnya, beberapa calon user di
sejumlah departemen memang ada yang menunjukkan resistensi terhadap
perubahan, namun secara umum banyak yang menerima terhadap solusi ini.
Proses selanjutnya adalah perusahaan membeli beberapa perangkat
hardware yang mendukungnya. Pada saat yang hampir bersamaan, perusahaan
membangun jaringan LAN/WAN ke seluruh cabang hingga ke gudang-gudang
yang tersebar di beberapa lokasi dan proses ini saja memakan waktu
hingga dua tahun.
Proses implementasi modul-modul ERP ini, dimulai pada November 2000.
Modul Maintenance, Inventory dan Purchasing bisa go live Oktober 2001.
Menyusul kemudian modul Finance pada Januari 2002, dan terakhir modul
Sales Order & Transportation bisa diselesaikan pada Juli 2002.
Proses impelementasinya dilakukan secara bertahap atas pertimbangan
efektivitas. Pada fase ini, Semen Gresik dibantu oleh konsultan Berca
HardayaPerkasa dan Praweda. Ada sekitar 60 orang yang terlibat pada fase
ini: 10 tenaga TI, dan sisanya terdiri dari para user dari berbagai
departemen. Hal yang paling rumit terjadi adalah pada saat implementasi
modul Sales Order & Transportation karena untuk modul ini, para
user-nya tidak hanya dari kalangan internal, tapi juga berbagai mitra
bisnis, seperti para buyer (distributor), toko-toko, dan perusahaan
ekspeditur/transporter (pengangkut semen) yang jumlahnya sekitar 100 dan
tersebar dari Serang, Madura hingga Bali. Sehingga kendalanya justru
terletak pada sisi SDM-nya, bukan pada sistemnya. Oleh karena itu,
sebelum implementasi, dilakukan proses sosialisasi. Antara lain, dengan
mengumpulkan seluruh distributor dan memberikan briefing kepada mereka.
Setelah proses implementasi selesai, dilanjutkan dengan tahap
internalisasi (bersifat teknis): tim TI Semen Gresik mendatangi para
distributor di tiap daerah satu per satu.
- Semen Gresik harus mengeluarkan dana sekitar Rp 46 miliar lebih.
Namun, biaya sebesar itu tidak hanya diperuntukkan bagi pembangunan
sistem dan infrastruktur di Semen Gresik, tapi juga mencakup Semen
Padang dan Semen Tonasa.
Anggaran Implementasi ERP di Grup Semen Gresik:
- Perangkat lunak JD Edwards termasuk lisensi: Rp 7,3 miliar.
- Perangkat keras (server & client), Database dan Jaringan: Rp 30 miliar.
- Jasa Konsultan: Rp 5,2 miliar.
- Pendidikan dan Latihan: Rp 2,9 miliar.
- Umum & Administrasi: Rp 800 juta.
- Tata Ruang: Rp 400 juta.
Dalam mengimplementasikan ERP di Semen Gresik, beberapa aspek teknis
yang dilakukan oleh departemen Information Technology (IT) diantaranya :
- Mengimplementasikan sofware J.D.Edwards
- Membangun sistem jaringan komputer (LAN/WAN)
- Membangun infrastruktur server dan database
- Membangun tata ruang sistem informasi
- Menyusun dokumentasi sistem.
Sedangkan aspek non teknis yang dipertimbangkan oleh departemen IT
pada khususnya serta perusahaan pada umumnya dalam menyongsong
implementasi ERP adalah :
Komitmen manajemen agar implementasi berhasil sehingga yang dipertimbangkan tidak lagi apakah Software tersebut yang ”The Best”.
Proses mapping dilakukan karena bisnis proses J.D.Edwards ternyata
tidak sama dengan bisnis proses yang dijalankan Semen Gresik. Dari
proses mapping ini ada dua kemungkinan yaitu bisnis proses semen Gresik
mengikuti J.D.Edwards atau sebaliknya. Tahap selanjutnya yang dilakukan
adalah mengkaji efek dalam jangka panjang dan pendek terhadap pemilihan
bisnis proses yang akan dipakai. Sebagai contoh proses pengadaan barang
diputuskan oleh Semen Gresik untuk mengikuti bisnis proses J.D.Edwards.
Perubahan bisnis proses dan implementasi ERP menyebabkan
perubahan-perubahan dalam struktur organisasi berupa bertambahnya job
discription dan unit-unit kerja baru yang berfungsi untuk mendukung
implementasi ERP.
Aplikasi ”Change Management” untuk mengelola perubahan-perubahan yang terjadi dengan adanya implementasi ERP.
Kendala-kendala dalam Implementasi ERP
Beberapa kendala yang dihadapi oleh pihak Semen Gresik dalam implementasi dikategorikan menjadi 3 aspek :
- Teknis, diantaranya masalah bahasa dan perubahan dari model hard
copy menjadi model display. Penggunaan Software ERP menuntut terminologi
istilah yang sama sehingga istilah-istilah dalam produksi, penjualan,
dan lain-lain yang digunakan di Semen Gresik harus dirubah sesuai
istilah-istilah dalam ERP yang berbahasa Inggris. Pengambilan keputusan
yang dilakukan oleh pihak manajemen secara tradisional dilakukan dengan
menggunakan model hard copy dimana Manajer menandatangani tumpukan
kertas yang dimejanya dipaksa untuk membuka komputer karena proses
Approval dilakukan melalui media tersebut (model display).
- Budaya, implementasi ERP yang berbasis penggunaan teknologi menuntut
perubahan-perubahan yang harus dilakukan karyawan diantaranya harus
aware terhadap penggunaan software tersebut (sebagai contoh selalu
update data).
- Politik, kendala yang menghambat implementasi berasal dari dalam tubuh departemen IT sendiri dan dari luar departemen.
Sebagian besar karyawan IT merasa pekerjaannya akan hilang karena
digantikan oleh sistem tersebut. Hal ini dikarenakan sebelum penerapan
sistem ERP, bagian IT inilah yang bertanggung jawab untuk membuat
aplikasi-aplikasi sesuai dengan kebutuhan user disemua
departemen.Beberapa karyawan di luar departemen IT juga merasa terancam
dengan berkurangnya kekuasaan karena sebagian pekerjaan akan dilakukan
oleh software ERP.
Dengan alasan politis tertentu, beberapa unit kerja yang sebenarnya
bisa dihapus dengan penerapan J.D.Edwards tidak dapat dilakukan.
Keengganan user atau karyawan departemen lain pada saat
diimplementasikan software karena adanya unsur ”ketidakpercayaan”
terhadap departemen IT. Ketidakpercayaan tersebut timbul karena
ketakutan bahwa data-data atau laporan-laporan rahasia mereka akan
diketahui oleh bagian IT selaku administrator.
Untuk mengatasi kendala tersebut, ada beberapa hal yang telah dilakukan pihak Semen Gresik :
- Implementasi Change Acceleration Project (CAP) untuk mengelola perubahan-perubahan yang terjadi dalam implementasi ERP.
- Pendekatan dengan user sebelum penerapan sistem ERP melalui
presentasi-presentasi untuk menunjukkan kelebihan-kelebihan implementasi
sistem tersebut.
- Pengembangan Sistem Recovery dalam Implementasi ERP.
HASIL IMPLEMENTASI ERP
Dengan implementasi yang telah dilaksanakan di Semen Gresik ada beberapa perbaikan yang diperoleh diantaranya :
- Mempercepat proses order dari distributor sehingga membantu meningkatkan penjualan semen.
- Mempercepat waktu pembuatan laporan keuangan, dari sebelumnya per
tanggal lima belas menjadi tanggal lima sudah tercetak semua laporan.
- Meningkatkan keakuratan informasi
- Proses bisnis yang berlangsung di perusahaannya jauh lebih efisien.
Semua proses bisnis di berbagai departemen sudah bisa dilakukan secara
cepat dan tepat.
- Dari sisi produktivitas karyawan, terjadi peningkatan yang mengacu
pada survei internal perusahaan, setelah 6 bulan sistem baru itu go
live, umumnya user mengaku puas.
Source :
Anisahsh,(2015).Pengertian ERP (Enterprise Resource Planning) :
https://anisahsh.wordpress.com/2015/08/22/penjelasan-erp-enterprise-resource-planning/
http://www.kompasiana.com/umirizkiamelia/apa-itu-enterprise_57473d5766afbd1f0bbcc7e1
https://www.slideshare.net/ndndsk/sistem-enterprise-43381864